Minggu, 10 Mei 2020

Sistem Hormon

SISTEM HORMON



Hormon adalah getah yang dihasilkan oleh kelenjar dan langsung diedarkan oleh darah. Kelenjar tersebut tidak mempunyai saluran khusus, sehingga sering disebut kelenjar buntu atau kelenjar endokrin.Sebagai komponen sistem koordinasi, hormon mempunyai hubungan yang erat dengan sistem saraf. Rasa cemas atau ketakutan secara mendadak disamping karena kerja sistem saraf juga dipengaruhi sistem hormon. Hormon memiliki fungsi untuk mengatur homeostasis, memacu pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku. Berdasarkan aktivitasnya hormon dibedakn menjadi tiga, yaitu: hormon yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Hormon yang bekerja mulai masa tertentu, misalnya hormon kelamin. Hormon yang bekerja sampai masa tertentu, misalnya hormon pertumbuhan dan hormon timus.



Macam-macam Hormon pada manusia.
1. Kelenjar Hipofisis (Pituitari): Merupakan kelenjar buntu terbesar, terletak dibagian dasar otak dibawah hipotalamus. Sering disebutsebagai MASTER OF GLAND, karena mampu menghasilkan bermacam-macam hormon yang mempengaruhi fungsi hormon lain. terdiri atas tiga lobi. (I) Hipofisis Anterior, menghasilkan hormon: 1. Somatotrofik (Growth Stimulating Hormone/hormon pertumbuhan), berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan terutama pada bagian epifisis tulang panjang. Hormon ini disekskresikan pada masa pertumbhan dan berkurang pada masa pubertas. Kekurangan hormon ini pada usia dini akan menyebabkan pertumbuhan berhenti sehingga menjadi kerdil/kate. Kelebihan hormon ini pada usia dini memyebabkan pertumbuhan bertambah secara abnormal sehingga tubuh menjadi sangat tinggi/Gigantisme. Sedangkan jika kelebihan setelah dewasa akan menyebabkan Akromegali (pertumbuhan tidak seimbang pada tulang rahang, jari, tangan, kaki, hidung) 2. Adrenokortikotropin (ACTH), berfungsi mengendalikan seksresi korteks adrenal (kelenjar anak ginjal). Hormon ini juga merangsang korteks adrenal untuk menseksresi hormon Glukokortikoid yang penting untuk mengendalikan manusia dalam menghadapi stress seperti luka, kehausan, kedinginan, pendarahan, ketegangan mental. 3. Prolaktin (LTH=Leteotropic Hormone), berfungsi untuk memelihara korpus luteum dalam memproduksi progesteron dan memproduksi ASI pada masa kehamilan. 4. Tirotropin (TSH= Tiroid Stimulating Hormone), berfungsi merangsang seksresi kelenjar tiroid dan memelihara integritas epitel tiroid. 5. Gonadotropin, terdiri atas a. FSH= Follicle Stimulating Hormon, dimana pada wanita berfungsi merangsang pertumbuhan folikel di dalam ovarium (mengatur pertumbuhan ovarium dan berpengaruh terhadap pematangan folikel), sedang pada pria berfungsi mengatur pembentukan sperma didalam tubulus seminiferus dan testis. b. LH= Luteinizing Hormone, pada wanita berfungsi merangsang pemasakan folikel ovarium dan juga ovulasi. pada pria berfungsi memproduksi testosteron dan endosteron.(II) Hipofisis Intermedia, pada manusia bagian ini mengalami kemunduran (rudimenter) sehingga fungsinya belum jelas. Pada katak, bagian ini menghasilkan hormon Melanosit Stimulating Hormone yang berperan dalam mengatur perubahan warna kulit, yaitu dengan mengatur penyebaran pigmen melanin pada sel-sel melanofora kulit. (III) Hipofisis Posterior, bagian ini menghasilkan hormon, vasopresin, petrisin yang berfungsi mempengaruhi tekanan darah dan oksitosin yang berfungsi membantu proses kelahiran. 2. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok),  mengasilkan tiga macam hormon yaitu, tiroksin, triodotironin, kalsitosin. Hormon ini berfungsi untuk mempengaruhi metabolisme sel, proses produksi panas, oksidasi sel-sel tubuh, kecuali sel otak dan limfa. Mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan deferensiasi jaringan tubuh. Mempengaruhi dalam mengubah tirosin. Bila hormon ini mengalami kelebihan produksi maka akan menyebabkan morbus basedowi, yaitu meningkatnya metabolisme, meningkatnya denyut jantung, gugup, emosional, pelupuk mata terbuka lebar dan bola mata melotot. Bila terjadi pada anak-anak akan mengakibatkan gigantisme. Bila produksi hormon ini terlalu rendah akan meyebabkan terhentinya pertumbuhan. Bila terjadi pada masa anak-anak akan menyebabkan kretinisme. Bila terjadi pada orang dewasa akan terjadi mixoedem yaitu kegemukan (obesitas) . Kekurangan unsur yodium dapat menyebabkan terganggunya pembentukan hormon tiroksin, ditandai dengan gejala timbulnya gondok. 3. Kelenjar Paratiroid (kelenjar anak gondok), bagian ini menghasilkan parathormon, yang berfungsi mengatur pertukaran zat kapur dan fosfor dalam darah. Bila kadar kalsium dalam darah rendah maka parathormon akan disekresikan. Akibatnya kalsiumdalam tulang akan larut dan masuk ke dalam darah berbentuk ion kalsium. Kelebihan parathormon mengakibatkan kadar kalsium dalam darah meningkat, ini akan meyebabkan terjadinya endapan kapur pada ginjal yang disebut batu ginjal. Kekurangan hormon ini dapat meyebabkan kekejangan atau tetanus. 4. Kelenjar Adrenal, terdiri atas a. Bagian luar: menghasilkan 1. kortikoid mineral yang berfungsi menyerap natrium dalam darah dan mengatur reabsorbsi air pada ginjal. 2. Glukokortikoid berfungsi menaikkan glukosa darah dan pengubahan glukosa menjadi glikogen dan pengubahan glikogen menjadi glukosa. 3. Androgen, bersama hormon kelamin berfungsi menentukan kelamin sekunder laki-laki. b. Bagian medula, menghasilkan adrenalin atau epinefrin yang berfungsi: a. memacu aktivita jantung dan menyempitklan pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa. b. mengendurkan otot polos batang tenggorok sehingga melapangkan pernapasan, c. mempengaruhi pemecahan glikogen dalam hati sehingga menaikkan kadar gula darah. 5. Kelenjar Pankreas (Langerhans), terletak didekat usus duabelas jari dan hati, menghasilkan hormon insulin yang berfungsi antagonis dengan hormon adrenalin, yaitu untuk mengubah gula menjadi glikogen di dalam hati dan otot.  Kekurangan hormon insulin dapat mengakibatkan kencing manis (diabetes mellitus). 6.  Kelenjar Kelamin: a. Kelenjar kelamin pria (testis), menghasilkan hormon kelamin atau androgen dan sel sperma. Diantara androgen yang paling penting adalah testosteron yang berfungsi untuk: memepertahankan proses spermatogenesis dan memberikan efek negatif terhadap seksresi LH oleh hipofisis. b. Kelenjar kelamin perempuan (ovarium) menghasilkan sel telur, hormon estrogen dan progesteron.Fungsi progesteron: mengatur pertumbuhan ari-ari, menghambat produksi FSH, pada ibu yang habis melahirkan, progesteron bersama laktogen berfungsi memperlancar produksi ASI, mengatur pertumbuhan endometrium dan pembuluh darah dari dinding rahim. Estrogen berfungsi:mengatur perkembangan ciri-ciri sekunder wanita, mempengaruhi hipofisis sehingga pembentukan FSH dihentikan dan merangsang pembentukan LH. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar