Kamis, 20 Agustus 2020

Faktor Luar yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

 Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembanga tumbuhan

  • Faktor cahaya

Cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis. Apabila makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada, jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun cahaya yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya tidak boleh terlalu banyak. Cahaya yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan. Demikian juga kekurangan cahaya juga berakibat buruk bagi tanaman. Contoh akibat dari hasil fotosintesis yang berkurang misalnya tanaman yang tumbuh di ruangan gelap, ukuran batangnya jauh lebih panjang dibandingkan tumbuhan yang memperoleh cukup cahaya matahari. Tanaman ini berwarna pucat dengan batang lemah dan kurus. Pertumbuhan dalam tempat gelap semacam ini disebut etiolasi.

Lama penyinaran matahari memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Lama penyinaran berpengaruh pada fase pembungaan tumbuhan. Lama penyinaran (panjang hari) diterjemahkan sebagai waktu dari matahari terbit sampai dengan matahari terbenam. Di daerah katulistiwa, panjang hari kurang lebih 12,1 jam. Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran (panjang hari) disebut fotoperiodisme.
 

Berdasarkan lamanya siang, tumbuhan dibedakan menjadi :

  • Tumbuhan hari pendek

 Tumbuhan hari pendek adalah tumbuhan yang berbunga pada saat lamanya siang kurang dari 12 jam (lamanya siang lebih pendek dibanding lamanya malam). Contoh: ubi jalar, krisan, aster, mangga dan alpukat.

  • Tumbuhan hari panjang

Tumbuhan ini berbunga pada saat lama siang lebih dari 12 jam (lamanya siang lebih panjang dari lamanya malam). Contoh: kentang, slada, gandum, dan bayam.

  • Tumbuhan hari netral

Tumbuhan ini berbunga hampir sepanjang musim, tidak tergantung lamanya siang hari. Contoh: kapas, mawar, tumbuhan sepatu, tomat, cabe, dan bunga matahari.

  • Tumbuhan hari sedang

Tumbuhan ini berbunga pada saat lama siang sekitar 12 jam. Contoh: tebu dan kacang.
 

Tumbuhan memiliki zat yang berfungsi mengontrol respon tumbuhan terhadap penyinaran yang disebut pigmen fitokrom. Pigmen ini sebenarnya adalah suatu protein yang mampu menyerap cahaya merah dan infra merah dari sinar matahari.


  • Oksigen

Oksigen diperlukan oleh semua tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Oksigen diperlukan oleh tanaman baik pada bagian tanaman yang ada di permukaan tanah maupun bagian yang ada di dalam tanah, misalnya akar. Aerasi tanah yang cukup, memberikan kesempatan sel-sel akar untuk melakukan respirasi sehingga peredaran unsur-unsur hara dapat meningkat. Oleh karena itu, para petani sering melakukan upaya-upaya penggemburan tanah. Dengan adanya oksigen dalam tanah, organisme-organisme aerob mampu hidup sehingga proses penyediaan unsur-unsur hara tumbuhan lebih meningkat.


  • Nutrisi dan Air

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan nutrisi. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang, antara satu dengan yang lain. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu zat-zat organik (C, H, O, dan N) dan garam anorganik (Fe2+. Ca2+). Berdasarkan jumlah kebutuhan tumbuhan, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur makro dan unsur mikro. Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar disebut unsur makro. Contohnya: C, H, O, N, P, K, S, dan asam nukleat. Sedangkan, unsur mikro adalah unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Contohnya: Cl, Mn, Fe, Cu, Zn, B, dan Mo. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur
yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat).


Senin, 17 Agustus 2020

Organel Sel dan Fungsinya

 ORGANEL SEL

  • Inti Sel ( Nukleus)

Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein terutama enzim. Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Fungsi dari inti sel adalah mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi DNA untuk mengatur sintesis protein.
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu:
• Selaput inti (karioteka)
• Nukleoplasma (kariolimfa)
• Kromatin/kromosom
• Nukleolus (anak inti)

  • Ribosom (ergastoplasma)

Ribosom berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang retikulum endoplasma dan ada pula yang soliter atau bebas. Ribosom merupakan organel sel terkecil di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah tempat sintesis protein.

  • Retikulum endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis retikulum endoplasma, yaitu:

  • Retikulum endoplasma granuler (retikulum endoplasma kasar). RE kasar tampak kasar karena ribosom menonjol di permukaan sitoplasmik membran. Berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
  • Retikulum endoplasma agranuler (retikulum endoplasma halus). RE halus diberi nama demikian karena permukaan sitoplasmanya tidak mempunyai ribosom. Berfungsi sebagai tempat sintesis lemak.
  • Mitokondria (the power house)

Berbentuk seperti cerutu ini, mempunyai dua lapis membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan krista.Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak energi ATP. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup, karena itu mitokondria diberi julukan the power house (pembangkit tenaga) bagi sel. Secara garis besar, tahap respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang dikenal sebagai daur atau siklus Krebs yang berlangsung di dalam mitokondria.

  • Lisosom

Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Contohnya enzim lisozim, yang berfungsi untuk menghancurkan struktur sel, misalnya dinding sel.

  • Badan golgi (aparatus golgi/diktiosom)

Badan golgi berperan penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.


  • Sentrosom (sentriol)

Struktur sentrosom berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel baik mitosis maupun meiosis. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub yang merupakan tempat melekatnya ujung benang gelendong pada kedua kutub tersebut.


  • Plastida

Plastida berperan dalam fotosintesis. Plastida adalah bagian dari sel yang bisa ditemui pada alga dan tumbuhan (kingdom plantae). Dikenal tiga jenis plastida, yaitu:

  • Leukoplas, Plastida jenis ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan, terdiri atas:    Amiloplas, berfungsi untuk menyimpan amilum.Elaioplas (lipidoplas), berfungsi untuk menyimpan lemak/minyak. Proteoplas, berfungsi untuk menyimpan protein.
  • Kloroplas,  adalah plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
  • Kromoplas, merupakan plastida yang mengandung pigmen, misalnya:
    • Karoten (kuning)
    • Fikosianin (biru)
    • Fikosantin (cokelat)
    • Fikoeritrin (merah)
  • Vakuola (rongga sel)

Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut tonoplas. Vakuola berisi:
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
• minyak eteris (misalnya jasmine pada melati, roseine pada mawar, zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya kafein, kinin, nikotin, likopersin, dan lain-lain)
• enzim
• butir-butir pati
 

Pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vakuola
non kontraktil.

  • Mikrotubulus

Mikrotubulus berbentuk benang silindris dan kaku. Mikrotubulus
berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel, juga berguna dalam pembentukan sentriol, flagela, dan silia.

  • Mikrofilamen

Mikrofilamen seperti mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.

  • Peroksisom (badan mikro)

Peroksisom ukurannya sama seperti lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase.





Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

 Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Jumat, 07 Agustus 2020

Transpor melalui membran sel

 Transpor Zat melalui Membran Sel

Berbagai organel yang terdapat di dalam sitoplasma memiliki membran yang strukturnya sama dengan membran plasma, membran plasma merupakan penghalang bagi gerakan molekul dan ion zat-zat. Keleluasaan gerak ion dan molekul sangat penting untuk menjaga kestabilan pH yang sesuai, mengendalikan konsentrasi ion di dalam sel untuk kegiatan enzim, memperoleh pasokan zat makanan bahan energi dan bahan mentah lainnya, serta membuang sisa-sisa metabolisme yang dapat bersifat racun.


Transportasi zat-zat dibagi menjadi dua, yaitu 

  • Transportasi pasif dan 
  • Trasportasi aktif

Transportasi pasif adalah perpindahan zat-zat mengikuti aliran perbedaan konsentrasi, sedangkan transportasi aktif adalah perpindahan zat-zat melawan aliran perbedaan konsentrasi dan memerlukan energi. Transportasi pasif berlangsung melalui proses difusi dan osmosis. Adapun transportasi aktif, berlangsung melalui proses transpor aktif, eksositosis, dan endositosis.

  • Difusi

Difusi merupakan perpindahan molekul-molekul suatu zat dari bagian yang berkonsentrasi tinggi menuju bagian yang berkonsentrasi rendah. Difusi dapat terjadi melalui membran ataupun tidak melalui membran. Dalam tingkatan sel, difusi dapat diartikan perpindahan molekul sel dari konsentrasi molekul tinggi menuju konsentrasi molekul rendah. Proses difusi sangat dekat dengan kehidupan seharihari. Misalnya, saat memasukan satu sendok gula ke dalam segelas air teh jika ingin membuat air teh manis. Awalnya, gula tersebut akan mengendap di dasar gelas, lama-kelamaan gula tersebut akan larut ke dalam air teh tersebut. Peristiwa tersebut akan terjadi pula pada tinta yang di teteskan ke dalam air bening dalam suatu wadah. Tinta tersebut akan larut dan membuat air bening berubah warna menjadi seperti warna tinta. Peristiwa larutnya gula dan tinta merupakan contoh peristiwa difusi. Beberapa contoh lain peristiwa difusi dalam kehidupan sehari hari antara lain: pertukaran O2 dan CO2 di alveolus, pertukaran O2 dan CO2 di kulit katak, penyerapan sari sari makanan di usus halus.       


  • Osmosis
Osmosis adalah pergerakan molekul air dari konsentrasi air yang tinggi menuju konsentrasi air yang rendah melalui membran selektif permeabel (semipermeabel).  Semipermeabel berarti membran tersebut hanya bisa dilalui oleh molekul-molekul air atau molekul-molekul seukuran dengan air. Air merupakan zat pelarut. Oleh karena itu, osmosis dapat diartikan sebagai gerak cairan yang encer menuju cairan yang pekat melalui membran semipermeabel. Apabila kepekatan cairan di luar dan di dalam sel sama (isotonis), kondisi sel akan tetap. Namun, apabila cairan di luar sel lebih encer daripada di dalam sel (hipotonis) maka air akan masuk ke dalam sel. Sebaliknya, apabila cairan di luar sel lebih pekat daripada di dalam sel (hipertonis) maka air dari dalam sel akan bergerak ke luar. Kondisi hipotonis dapat mengakibatkan sel menggelembung dan mungkin pecah. Adapun pada kondisi hipertonis, sel akan mengerut. Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari
antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis. Beberapa contoh peristiwa osmosis dalam kehidupan sehari hari antara lain:Penyerapan air oleh akar tanaman, potongan kentang yang semakin berat saat direndam ke aquades, potongan wortel yang semakin berat saat direndam air, terjadinya plasmolisis pada sel tumbuhan saat direndam ke larutan garam, terjadinya hemolisis pada eritrosit saat direndam aquades.




  • Transpor Aktif
Transpor aktif terjadi apabila sel secara aktif memindahkan zat-zat melewati membran sel dengan menggunakan energi. Biasanya, transpor aktif dilakukan untuk memindahkan zat dari konsentrasi rendah menuju konsentrasi tinggi. Misalnya, glukosa tidak dapat melewati membran sel karena ukurannya terlalu besar. Oleh karena itu, molekul glukosa ini akan diangkut secara aktif. Energi yang digunakan untuk transpor aktif ini didapat dari pemecahan ATP menjadi ADP, fosfat, dan energi. Glukosa tersebut akan berikatan dengan fosfat menjadi glukosa-fosfat. Glukosafosfat inilah yang dapat melewati membran sel. Contoh transpor aktif yang paling sering muncul adalah mekanisme pompa natrium-kalium. Mekanisme pompa natrium-kalium akan memompa masuk ion kalium (K+) dan memompa keluar ion natrium (Na+). Ion Na+ akan melekat pada protein di dalam membran sel. Ketika ATP dihidrolisis menjadi ADP, fosfat yang dihasilkan akan melekat pada protein. Melekatnya fosfat pada protein menyebabkan protein berubah bentuk. Perubahan bentuk protein membuat ion Na+ keluar dari dalam sel. Bersamaan dengan itu, ion K+ akan melekat pada protein dan fosfat akan lepas. Lepasnya fosfat menyebabkan bentuk protein kembali seperti semula. Ion K+ akan masuk ke dalam sel.




 
 
  • Eksositosis
Eksositosis terjadi apabila terdapat molekul-molekul berukuran besar yang tidak dapat ditransportasikan melalui mekanisme transpor aktif. Eksositosis (ex = keluar dari, cytos = sel) merupakan mekanisme transpor molekul keluar dari sel dengan cara membentuk vesikula. Suatu sel akan membentuk vesikula apabila akan mengeluarkan suatu molekul. Vesikula yang terbentuk akan melingkupi molekul yang akan dikeluarkan. Vesikula bersama molekul yang dilingkupinya tersebut akan bergerak menuju membran sel. Setelah melekat dengan membran sel, molekul yang dibawa
vesikula akan dikeluarkan dari dalam sel.
 
 
 
  • Endositosis    
Endositosis merupakan mekanisme masuknya molekul ke dalam sel dengan bantuan vesikula. Endositosis berasal dari endon yang berarti dalam dan cytos yang berarti sel. Mekanismenya, suatu sel akan membentuk vesikula dengan cara menjulurkan bagian luar membran sel. Bagian luar membran sel tersebut akan mengurung atau menangkap molekul yang akan dibawa masuk. Kemudian, vesikula akan menelan molekul tersebut sehingga masuk ke dalam sel. Terdapat dua jenis endositosis, yaitu pinositosis dan fagositosis. Pinositosis adalah proses endositosis berupa cairan, sedangkan fagositosis adalah proses endositosis tidak berupa cairan, misalnya bakteri. 


Membran Sel

 Membran Sel


S. Singer dan E.Nicolson (1972) menyampaikan teori tentang membran sel. Teori ini disebut teori membran mozaik cair, yang menjelaskan bahwa membran sel terdiri atas protein yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan masing-masing tersisip di antara dua lapis fosfolipid. Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapislapis. Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar. Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. 

Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.

  • Protein Ekstrinsik (Perifer): Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.
  • Protein Intrinsik (Integral): Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air.

Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein. Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid. Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. 

Membran sel memiliki fungsi antara lain:

  1. sebagai pelindung sel
  2. mengendalikan pertukaran zat
  3. tempat terjadinya reaksi kimia.

Untuk menunjang fungsinya ini, membran sel memiliki kemampuan untuk mengenali zat. Zat yang dibutuhkan akan diizinkan masuk, sedangkan zat yang sudah tidak digunakan berupa sampah akan dibuang. Ada juga zat tertentu yang dikeluarkan untuk diekspor ke sel lain.



Selasa, 12 Mei 2020

HUBUNGAN HORMON DAN SARAF


Sistem Hormon dan saraf berkaitan dengan proses penyampaian informasi. Pada saraf penyampain informasi melalui sinapsis listrik, sedang pada hormon melalui zat kimia yang disebut neurotransmitter. Contoh kerjasama antara sistem saraf dan hormon adalah, jika seseorang kekurangan air (dehidrasi). Keadaan ini kan dilacak oleh saraf tertentu pada hipotalamus, kemudian ke hipofisis.Selanjutnya hipofisis akan menghasilkan hormon antideuritika yang menghambat  produksi urine. 

Minggu, 10 Mei 2020

Sistem Hormon

SISTEM HORMON



Hormon adalah getah yang dihasilkan oleh kelenjar dan langsung diedarkan oleh darah. Kelenjar tersebut tidak mempunyai saluran khusus, sehingga sering disebut kelenjar buntu atau kelenjar endokrin.Sebagai komponen sistem koordinasi, hormon mempunyai hubungan yang erat dengan sistem saraf. Rasa cemas atau ketakutan secara mendadak disamping karena kerja sistem saraf juga dipengaruhi sistem hormon. Hormon memiliki fungsi untuk mengatur homeostasis, memacu pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku. Berdasarkan aktivitasnya hormon dibedakn menjadi tiga, yaitu: hormon yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Hormon yang bekerja mulai masa tertentu, misalnya hormon kelamin. Hormon yang bekerja sampai masa tertentu, misalnya hormon pertumbuhan dan hormon timus.



Macam-macam Hormon pada manusia.
1. Kelenjar Hipofisis (Pituitari): Merupakan kelenjar buntu terbesar, terletak dibagian dasar otak dibawah hipotalamus. Sering disebutsebagai MASTER OF GLAND, karena mampu menghasilkan bermacam-macam hormon yang mempengaruhi fungsi hormon lain. terdiri atas tiga lobi. (I) Hipofisis Anterior, menghasilkan hormon: 1. Somatotrofik (Growth Stimulating Hormone/hormon pertumbuhan), berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan terutama pada bagian epifisis tulang panjang. Hormon ini disekskresikan pada masa pertumbhan dan berkurang pada masa pubertas. Kekurangan hormon ini pada usia dini akan menyebabkan pertumbuhan berhenti sehingga menjadi kerdil/kate. Kelebihan hormon ini pada usia dini memyebabkan pertumbuhan bertambah secara abnormal sehingga tubuh menjadi sangat tinggi/Gigantisme. Sedangkan jika kelebihan setelah dewasa akan menyebabkan Akromegali (pertumbuhan tidak seimbang pada tulang rahang, jari, tangan, kaki, hidung) 2. Adrenokortikotropin (ACTH), berfungsi mengendalikan seksresi korteks adrenal (kelenjar anak ginjal). Hormon ini juga merangsang korteks adrenal untuk menseksresi hormon Glukokortikoid yang penting untuk mengendalikan manusia dalam menghadapi stress seperti luka, kehausan, kedinginan, pendarahan, ketegangan mental. 3. Prolaktin (LTH=Leteotropic Hormone), berfungsi untuk memelihara korpus luteum dalam memproduksi progesteron dan memproduksi ASI pada masa kehamilan. 4. Tirotropin (TSH= Tiroid Stimulating Hormone), berfungsi merangsang seksresi kelenjar tiroid dan memelihara integritas epitel tiroid. 5. Gonadotropin, terdiri atas a. FSH= Follicle Stimulating Hormon, dimana pada wanita berfungsi merangsang pertumbuhan folikel di dalam ovarium (mengatur pertumbuhan ovarium dan berpengaruh terhadap pematangan folikel), sedang pada pria berfungsi mengatur pembentukan sperma didalam tubulus seminiferus dan testis. b. LH= Luteinizing Hormone, pada wanita berfungsi merangsang pemasakan folikel ovarium dan juga ovulasi. pada pria berfungsi memproduksi testosteron dan endosteron.(II) Hipofisis Intermedia, pada manusia bagian ini mengalami kemunduran (rudimenter) sehingga fungsinya belum jelas. Pada katak, bagian ini menghasilkan hormon Melanosit Stimulating Hormone yang berperan dalam mengatur perubahan warna kulit, yaitu dengan mengatur penyebaran pigmen melanin pada sel-sel melanofora kulit. (III) Hipofisis Posterior, bagian ini menghasilkan hormon, vasopresin, petrisin yang berfungsi mempengaruhi tekanan darah dan oksitosin yang berfungsi membantu proses kelahiran. 2. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok),  mengasilkan tiga macam hormon yaitu, tiroksin, triodotironin, kalsitosin. Hormon ini berfungsi untuk mempengaruhi metabolisme sel, proses produksi panas, oksidasi sel-sel tubuh, kecuali sel otak dan limfa. Mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan deferensiasi jaringan tubuh. Mempengaruhi dalam mengubah tirosin. Bila hormon ini mengalami kelebihan produksi maka akan menyebabkan morbus basedowi, yaitu meningkatnya metabolisme, meningkatnya denyut jantung, gugup, emosional, pelupuk mata terbuka lebar dan bola mata melotot. Bila terjadi pada anak-anak akan mengakibatkan gigantisme. Bila produksi hormon ini terlalu rendah akan meyebabkan terhentinya pertumbuhan. Bila terjadi pada masa anak-anak akan menyebabkan kretinisme. Bila terjadi pada orang dewasa akan terjadi mixoedem yaitu kegemukan (obesitas) . Kekurangan unsur yodium dapat menyebabkan terganggunya pembentukan hormon tiroksin, ditandai dengan gejala timbulnya gondok. 3. Kelenjar Paratiroid (kelenjar anak gondok), bagian ini menghasilkan parathormon, yang berfungsi mengatur pertukaran zat kapur dan fosfor dalam darah. Bila kadar kalsium dalam darah rendah maka parathormon akan disekresikan. Akibatnya kalsiumdalam tulang akan larut dan masuk ke dalam darah berbentuk ion kalsium. Kelebihan parathormon mengakibatkan kadar kalsium dalam darah meningkat, ini akan meyebabkan terjadinya endapan kapur pada ginjal yang disebut batu ginjal. Kekurangan hormon ini dapat meyebabkan kekejangan atau tetanus. 4. Kelenjar Adrenal, terdiri atas a. Bagian luar: menghasilkan 1. kortikoid mineral yang berfungsi menyerap natrium dalam darah dan mengatur reabsorbsi air pada ginjal. 2. Glukokortikoid berfungsi menaikkan glukosa darah dan pengubahan glukosa menjadi glikogen dan pengubahan glikogen menjadi glukosa. 3. Androgen, bersama hormon kelamin berfungsi menentukan kelamin sekunder laki-laki. b. Bagian medula, menghasilkan adrenalin atau epinefrin yang berfungsi: a. memacu aktivita jantung dan menyempitklan pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa. b. mengendurkan otot polos batang tenggorok sehingga melapangkan pernapasan, c. mempengaruhi pemecahan glikogen dalam hati sehingga menaikkan kadar gula darah. 5. Kelenjar Pankreas (Langerhans), terletak didekat usus duabelas jari dan hati, menghasilkan hormon insulin yang berfungsi antagonis dengan hormon adrenalin, yaitu untuk mengubah gula menjadi glikogen di dalam hati dan otot.  Kekurangan hormon insulin dapat mengakibatkan kencing manis (diabetes mellitus). 6.  Kelenjar Kelamin: a. Kelenjar kelamin pria (testis), menghasilkan hormon kelamin atau androgen dan sel sperma. Diantara androgen yang paling penting adalah testosteron yang berfungsi untuk: memepertahankan proses spermatogenesis dan memberikan efek negatif terhadap seksresi LH oleh hipofisis. b. Kelenjar kelamin perempuan (ovarium) menghasilkan sel telur, hormon estrogen dan progesteron.Fungsi progesteron: mengatur pertumbuhan ari-ari, menghambat produksi FSH, pada ibu yang habis melahirkan, progesteron bersama laktogen berfungsi memperlancar produksi ASI, mengatur pertumbuhan endometrium dan pembuluh darah dari dinding rahim. Estrogen berfungsi:mengatur perkembangan ciri-ciri sekunder wanita, mempengaruhi hipofisis sehingga pembentukan FSH dihentikan dan merangsang pembentukan LH.